Bg

Selayang Pandang - IAIN Surakarta

Selayang Pandang

gdPTIPDKemajuan perkembangan teknologi telah memberikan dampak yang luas terhadap seluruh sector kehidupan, tidak terlepas pada sector pendidikan. Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah memberikan kontribusi sangat kuat bagi perkembangan dinamika pendidikan, baik dalam proses pembelajaran, informasi produksi ilmu pengetahuan, maupun pegelolaan administrasi di seluruh aspeknya. Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, khususnya internet, memungkinkan pengembangan layanan informasi yang lebih baik pada suatu perguruan tinggi terutama untuk kepentingan penguatan penelitian dan pembelajaran. Peran teknologi informasi dan komunikasi dalam peningkatan mutu pendidikan di perguruan tinggi semakin menjadi perhatian para pengambil kebijakan, apalagi setelah globalisasi informasi dan keterbukaan informasi bagi publik bergulir ke seluruh penjuru dunia.

Terkait dengan proses belajar mengajar dan riset yang terjadi dalam lingkungan kampus Pada dasarnya, terdapat 5 (lima) peranan TIK di perguruan tinggi, antara lain: (1) TIK untuk mendukung aktivitas pembelajaran; (2) TIK untuk memberdayakan dosen dan mahasiswa; (3) TIK untuk mengelola aset intelektual; (4) TIK untuk menunjang proses penelitian; dan (5) TIK untuk mengembangkan berbagai produk pendidikan.
Teknologi Informasi sebagai bagian dari perencanaan jangka panjang dan pendek organisasi sudah dimiliki oleh IAIN Surakarta. Perencanaan ini sudah dimiliki sejak tahun 2004 untuk pengembangan jangka panjang hingga tahun 2015 dengan nama “Rencana Strategis Pengembangan teknologi informasi IAIN Surakarta”. Perencanaan jangka panjang dan pendek teknologi informasi di lingkungan IAIN Surakarta dibuat atas dasar penyelarasan tujuan akademis IAIN Surakarta sebagai institusi pendidikan islam dengan kekayaan globalisasi yang melekatkan Teknologi Informasi di semua aspek kehidupan. Penyelarasan ini tertuang dalam visi misi organisasi.

Namun begitu, dokumen perencanaan yang dimiliki tidak hanya disusun melalui pendekatan metodologi-metodologi tertentu pembuatan rencana strategi teknologi informasi, melainkan juga pengalaman teknis di lapangan penanggung jawab leading sector pengembangan layanan teknologi informasi. Implementasi perencanaan strategis di lingkungan IAIN Surakarta tidak diiringi oleh implementasi metodologi yang digunakan untuk mengukur keselarasan antara teknologi informasi yang dikembangkan dengan visi dan misi organisasi.
IAIN Surakarta sebagai penyelenggara pelayanan pendidikan menyadari perlunya perangkat teknologi informasi untuk meningkatkan layanannya. Oleh sebab itu semenjak tahun 2004 telah diupayakan lahirnya layanan teknologi informasi dengan pengenalan unit layanan data dan informasi, dengan fungsi layanan teknologi informasi dan komputer dibawah pengelolaan Tatto Priyo Sulistyono, A.Md. (2002-2007) dan dilanjutkan dengan diperkuatnya unit pelayanan data ini dengan berdirinya pusat layanan komputer dalam kelembagaan Pusat Komputer (Puskom) dalam organisasi dan tata kerja (ortaker) STAIN Surakarta. Unit Pelayanan Teknis (UPT) Puskom ini pernah dipimpin secara definitif oleh Ahmad Sigit Musthofa, ST.(2007) sebagai Pejabat sementara, dilanjutkan oleh Sutrisno, SH. (2007-2010), Kusnianto, SE. (2010-2011). Seiring dengan perubahan status STAIN Surakarta menjadi IAIN Surakarta, ortaker kelembagaan ini mengalami perubahan menjadi Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) dengan kepemimpinan Mahbub Setiawan, S.Ag. (2011-2015) hingga saat ini dibawah kepemimpinan Ahmad Hafidh, M.Ag.
Unit Pelaksana Teknis PTIPD merupakan unsur penunjang dalam penyelenggaraan pendidikan di lingkungan IAIN Surakarta. Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data dalam Pasal 62 huruf (b) ortaker IAIN Surakarta mempunyai tugas mengelola dan mengembangkan sistem informasi dan pangkalan data di lingkungan institut. Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data pada ayat (1) dipimpin oleh seorang Kepala yang diangkat oleh rektor, berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Wakil Rektorat Bidak Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan.

Jajaran Manajemen IAIN Surakarta memandang perlu strukturisasi implementasi teknologi informai dalam rencana jangka menengah hingga 2020. Hal ini dibutuhkan atas alasan utama yaitu penyelarasan perencanaan dan ketersediaan anggaran dengan menyesuaikan prioritas kinerja IAIN Surakarta. Oleh sebab itu upaya pentahapan peningkatan kapasitas penyelenggaraan layanan teknologi informasi dilakukan, meliputi pengembangan infrastruktur dan jaringan, peningkatan volume dan luasan area layanan akses teknologi informasi, peningkatan dan penambahan fitur-fitur layanan sistem informasi, peningkatan kapasitas database, maupun peningkatan pemampuan pengelola dan pengguna sistem informasi di lingkungan IAIN Surakarta. Ikhtiar itu dilakukan demi untuk turut serta mendorong akselerasi kinerja kelembagaan IAIN Surakarta untuk memberikan layanan pendidikan yang lebih baik, unggul dan berdaya saing.